Kamis, 12 Mei 2022

Rindu

Aku merindukan mu

Dalam setiap langkah kaki ini

Dalam setiap detik jemari ini 

Dan dalam setiap hembus angin 

Aku selalu merindukanmu

Sungguh

Rinduku menjelajah kedalam mimpi

Menciptakan  suasana indah, 

bernama pertemuan

Untuk kamu yang begitu indah 

Dan untuk kamu yang terbungkus jarak dan waktu

Aku merindukan mu

Pilunya kenangan

Kuingat pahitnya kenangan dulu

Kenangan yang menyayat hati

Membakar lubuk ini

Beribu-ribu sayatan telah kau lakukan 

Kan kuterima sayatanmu 

Kau berlalu dan bersamanya 

Meninggalkan sayatan tanpa mengobatinya

Kuhanya bisa menangis di derainya

Menangis menatap nanar 

Punggungmu kian menjauh 

Hujan menumpuk di pelupuk mata mengalir deras 

Andai..... 

Waktu bisa diputar kembali 

Ku tak ingin bertemu denganmu

Mengenalimu 

Menumbuhkan rasa ini 

Tapi semua berbanding terbalik 

Darimu.... 

Ku dapat mengenal apa itu cinta

Apa itu luka Dan rela. 


 By_Klaudia Awa

Rapuh

Kau terlalu berambisi untuk menggapai sesuatu yang belum pasti menjadi milikmu, terlalu yakin untuk berjuang, terlalu kuat untuk bertahan, terlalu siap untuk terus berharap

Jangan memillih sakit jika dia adalah obat

Jangan pernah memilih rapuh jika dia kau jadikan sebagai motivasi


Benci tidak perlu sebodoh itu

Ketika hatimu terasa rapuh dan enggan menerima kisah baru,

Cobalah untuk memaafkan masa lalumu terlebih dahulu

Apabila tidak dimaafkan maka itu hanya akan membuat luka


Kau terlalu sibuk berdiskusi dengan sunyi;

Tentang kau yang begitu rapuh dan tentang dia yang teramat jauh

Beberapa canda tawa yang keras dan sering digunakan untuk menutupi hati yang rapuh dan penuh luka disaat kau kehilangan dirinya

Manusia yang nampak kuat, ialah manusia yang rapuh sebenarnya


Karena sampai suatu ketika, dia akan penat untuk berpura-pura tabah dan kuat saat ada rasa penyesalan saat meninggalkan seseorang yang tulus ingin bersama

Tetaplah teguh ketika yang lain rapuh

Tetaplah rendah hati disaat yang lain angkuh

Bisikan malam

Ingin meraba cinta

Namun tak kuasa

Ada candu merayu berbisik merdu

Mengajak jiwa melebur menyatu

Malam dingin berganti bara

Panas nafsu berbaur sahdu


Belaian hangat mencumbu

Canda cinta bermain rasa

Hanya melepas dahaga

Hilang lenyap tak bersua


Lara berduka..

Cinta hanya hawa

Rasa cuma diam

Merebah kekosongan...

Senja

Senja kian menua bersama sisa jingganya

Barangkali sebentar lagi kelam menikam rindu

Sedangkan di sini aku masih mengeja luka yang kau tinggalkan

Tak aku hiraukan betapa purnama yang terlewati tanpamu

Kadang aku melangkah diantara bilah-bilah hati yang patah

Kadang aku harus diam pada jedah tak berdawai

Sementara rembulan kembali sesabit berjuntai di dada langit

Adakah kau simpan sebaik kenangan usang dalam lipatan kecuranganmu

Yang aksaranya kugoreskan dengan tinta air mata

Apabila masih ada kau ejakan kalimatnya satu persatu saat waktu telah hinggap diufuk jiwa

Malam kian terasa sunyi hanya pada hembusan nafas berat senantiasa membujuk hati untuk tetap melangkah walau dalam pekat gulita

Sedangkan pelita itu sudah lama kau padamkan 

Padahal aku tetap berharap dia tetap menyala sepanjang masa, dan aku melangkahkan kakiku di setapak jalan yang pernah kita lewati saat bersenandung tentang mimpi yang tak tergantikan

Tapi kini aku hanyalah selembar kertas yang piluh


Kehilangan

 



Kehilanganmu

Entah kenapa?

Hati ini merasa gundah merana

Kehilangan akan sosok seseorang wanita



Yang pernah hadir dalam cerita

Pernah saling berbagi derita,

Keluh kesah,

Berjuang bersama,

Hingga pernah saling mengucapkan kata setia


Namun kini hanyalah impian semata

Akibat orang ketiga

Dia yang hadir secara tiba-tiba

Memberimu kisah atas nama cinta


Lantas kenapa kau pergi begitu saja

Tanpa memikirkan hati seseorang yang sedang gundah

Tetes demi tetes berjatuhan air mata

Sebagai ungkapan tak rela


Tapi jika memang itu pilihan yang membuatmu bahagia

Maka hanya bisa ikhlas walau terluka

Titik Temu