Aksara dan Rasa
Rabu, 18 Mei 2022
Kamis, 12 Mei 2022
Rindu
Aku merindukan mu
Dalam setiap langkah kaki ini
Dalam setiap detik jemari ini
Dan dalam setiap hembus angin
Aku selalu merindukanmu
Sungguh
Rinduku menjelajah kedalam mimpi
Menciptakan suasana indah,
bernama pertemuan
Untuk kamu yang begitu indah
Dan untuk kamu yang terbungkus jarak dan waktu
Aku merindukan mu
Pilunya kenangan
Kuingat pahitnya kenangan dulu
Kenangan yang menyayat hati
Membakar lubuk ini
Beribu-ribu sayatan telah kau lakukan
Kan kuterima sayatanmu
Kau berlalu dan bersamanya
Meninggalkan sayatan tanpa mengobatinya
Kuhanya bisa menangis di derainya
Menangis menatap nanar
Punggungmu kian menjauh
Hujan menumpuk di pelupuk mata mengalir deras
Andai.....
Waktu bisa diputar kembali
Ku tak ingin bertemu denganmu
Mengenalimu
Menumbuhkan rasa ini
Tapi semua berbanding terbalik
Darimu....
Ku dapat mengenal apa itu cinta
Apa itu luka Dan rela.
By_Klaudia Awa
Rapuh
Kau terlalu berambisi untuk menggapai sesuatu yang belum pasti menjadi milikmu, terlalu yakin untuk berjuang, terlalu kuat untuk bertahan, terlalu siap untuk terus berharap
Jangan memillih sakit jika dia adalah obat
Jangan pernah memilih rapuh jika dia kau jadikan sebagai motivasi
Benci tidak perlu sebodoh itu
Ketika hatimu terasa rapuh dan enggan menerima kisah baru,
Cobalah untuk memaafkan masa lalumu terlebih dahulu
Apabila tidak dimaafkan maka itu hanya akan membuat luka
Kau terlalu sibuk berdiskusi dengan sunyi;
Tentang kau yang begitu rapuh dan tentang dia yang teramat jauh
Beberapa canda tawa yang keras dan sering digunakan untuk menutupi hati yang rapuh dan penuh luka disaat kau kehilangan dirinya
Manusia yang nampak kuat, ialah manusia yang rapuh sebenarnya
Karena sampai suatu ketika, dia akan penat untuk berpura-pura tabah dan kuat saat ada rasa penyesalan saat meninggalkan seseorang yang tulus ingin bersama
Tetaplah teguh ketika yang lain rapuh
Tetaplah rendah hati disaat yang lain angkuh
Bisikan malam
Ingin meraba cinta
Namun tak kuasa
Ada candu merayu berbisik merdu
Mengajak jiwa melebur menyatu
Malam dingin berganti bara
Panas nafsu berbaur sahdu
Belaian hangat mencumbu
Canda cinta bermain rasa
Hanya melepas dahaga
Hilang lenyap tak bersua
Lara berduka..
Cinta hanya hawa
Rasa cuma diam
Merebah kekosongan...
Senja
Senja kian menua bersama sisa jingganya
Barangkali sebentar lagi kelam menikam rindu
Sedangkan di sini aku masih mengeja luka yang kau tinggalkan
Tak aku hiraukan betapa purnama yang terlewati tanpamu
Kadang aku melangkah diantara bilah-bilah hati yang patah
Kadang aku harus diam pada jedah tak berdawai
Sementara rembulan kembali sesabit berjuntai di dada langit
Adakah kau simpan sebaik kenangan usang dalam lipatan kecuranganmu
Yang aksaranya kugoreskan dengan tinta air mata
Apabila masih ada kau ejakan kalimatnya satu persatu saat waktu telah hinggap diufuk jiwa
Malam kian terasa sunyi hanya pada hembusan nafas berat senantiasa membujuk hati untuk tetap melangkah walau dalam pekat gulita
Sedangkan pelita itu sudah lama kau padamkan
Padahal aku tetap berharap dia tetap menyala sepanjang masa, dan aku melangkahkan kakiku di setapak jalan yang pernah kita lewati saat bersenandung tentang mimpi yang tak tergantikan
Tapi kini aku hanyalah selembar kertas yang piluh
Kehilangan
Kehilanganmu
Entah kenapa?
Hati ini merasa gundah merana
Kehilangan akan sosok seseorang wanita
Yang pernah hadir dalam cerita
Pernah saling berbagi derita,
Keluh kesah,
Berjuang bersama,
Hingga pernah saling mengucapkan kata setia
Namun kini hanyalah impian semata
Akibat orang ketiga
Dia yang hadir secara tiba-tiba
Memberimu kisah atas nama cinta
Lantas kenapa kau pergi begitu saja
Tanpa memikirkan hati seseorang yang sedang gundah
Tetes demi tetes berjatuhan air mata
Sebagai ungkapan tak rela
Tapi jika memang itu pilihan yang membuatmu bahagia
Maka hanya bisa ikhlas walau terluka
